Senin, 21 Maret 2016

TUGAS 1 KESEHATAN MENTAL

A.  ORIENTASI KESEHATAN MENTAL

            Kesahatan mental berasal dari dua kata, yakni “Kesehatan” dan “Mental”  .Kesehatan berasal dari kata “Sehat”, yang merujuk pada kondisi fisik. Individu yang sehat adalah individu yang berada dalam kondisi fisik yang baik, dan bebas penyakit. Sedangkan “Mental” adalah kepribadian yang merupakan kebulatan dinamik yang tercermin dalam cita-cita, sikap, dan perbuatan. Mental adalah semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap, dan perasaan yang dalam keseluruhan atau kebulatan akan menetukan tingkah laku, cara menhadapi suatu hal yang menekan perasaan, mengecewakan, atau yang menggembirakan dan menyenangkan.
            Dalam psikologi pengertian dari sehat adalah suatu masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Sehat atau tidak sehatnya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental, sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
            Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang nyata antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya. Fungsi-fungsi jiwa seperti fikiran, perasaan, sikap jiwa, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerja sama satu sama lain, sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan, yang menjauhkan orang dari perasaan ragu dan bimbang, serta terhindar dari kegelisahan dan pertentangan (konflik).
            Jadi, fokus utama kesehatan mental adalah kesejahteraan emosional, kemampuan menjalani hidup secara utuh dengan penuh kreatif, dan fleksibelitas dalam menghadapi tantangan yang tak terelakkan dalam realitas kehidupan, sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Kesehatan mental selalu terkait dengan :
1.    bagaimana individu merespon, memikirkan, merasakan, dan menjalani kehidupan sehari-hari
2.    bagaimana individu memandang realitas dirinya sendiri dan orang lain.
3.    bagaimana individu melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif dan pengambilan keputusan terhadap suatu masalah yang menimpa dirinya.

B.  KONSEP SEHAT

            Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang hampir sama tapi berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari kata-kata sehat sering kali di pakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal atau dalam kondisi yang normal.Menurut UU pokok kesehatan, pengertian sehat adalah keadaan yang meliputi sehat badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, seta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Kozier et al. (1997) mengungkapkan optimasi kesehatan prima manusia harus memenuhi lima dimensi, yakni dimensi fisik, sosial, emosi, entelektual dan spiritual.
1.    DIMENSI EMOSI , yaitu  merujuk pada kemampuan mengelola stres dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang dapat diterima oleh orang lain. Kesehatan emosi juga mencakup kemampuan untuk bertanggung jawab, menerima, dan menyampaikan perasaanya, serta dapat menerima keterbatasan orang lain. Menurut Goleman, emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih, senang. Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kesetabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang)secara tidak berlebihan Contoh lain seperti menangis, sedih, bahagia, depresi, optimis. Kesehatan Emosional/Afektif dilihat dari kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat.
2.    DIMENSI INTELEKTUAL, yaitu dimensi yang melihat bagaimana seseorang berfikir dilihat dari wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar beradaptasi secara efektif dengan perubahan yang terjadi.
3.    DIMENSI SOSIAL, yaitu dimensi yang melihat dari tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga dan sesama lainnya serta penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Kesehatan Sosial dapat dilihat dari kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain, perilaku kehidupan dalam masyarakat. Berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain ataupun dengan kelompok maupun dengan organisasi dengan baik tanpa membedakan agama, suku, ras, dll dengan saling mengharga. Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya mampu untuk bekerja sama.
4.     DIMENSI FISIK,  mengacu pada kemampuan mempraktekkan gaya hidup yang positif. Dimensi fisik meliputi kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, pencapaian kebugaran fisik, menjaga nutrisi, bebas dari penggunaan obat-obatan, alkohol dan rokok.Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
5.    DIMENSI SPIRITUAL, Kesehatan spiritual dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.Dimensi spiritual mengacu pada kepercayaan terhadap beberapa kekuatan seperti alam, ilmu pengetahuan, agama, dan bentuk kekuatan lain yang diperlukan individu dalam mengisi kehidupannya. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana  ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.

C.  KESEHATAN MENTAL DAN SEJARAHNYA

            Anggapan lama di Cina, mesir maupun yahudi kuno mengenai seseorang yang mengalami gangguan jiwa adalah karena dikuasai oleh roh jahat, yang dapat disembuhkan dengan doa, mantera, sihir dan penggunaan obat-obatan alami tertentu. Jika cara pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan, maka langkah berikutnya adalah upaya agar roh jahat tersebut tidak kerasam hidup di dalam tubuh penderita. Cara yang dilakukan terkadang ekstrim, yaitu dengan cara mencambuk, membiarkan lapar, atau melemparinya dengan batu sampai penderita meninggal dunia (Atkinson dkk.,1993).
            Kemajuan pemikiran dalam upaya menyembuhkan penderita gangguan jiwa adalah ketika hipprocrates, seorang dokter yunani kuno menolak anggapan bahwa adanya roh jahat. Ia berpendapat bahwa gangguan terjadi karena adanya kekacauan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh penderita. Hipprocrates dan beberapa pengikutnya (para dokter dari yunani dam romawi) mengajukan cara penyembuhan yang lebih manusiawi. Mereka lebih mementingkan lingkungan yang menyenangkan, olahraga, aturan makan yang teratur, pijat/mandi yang menyejukan, disamping beberapa pengobatan yang kurang menyenangkan seperti mengeluarkan darah, penggunaan obat pencahar, dan pengekangan mekanisme (Atkinson dkk.,1993).
            Perkembangan yang telah dimulai oleh hippocrates dan kawan-kawan tersebut sayangnya tidak diikuti dengan perkembangan lebih lanjut, sehingga pada abad pertengahan kemudian berkembang lagi adalah cerita takhayul primitif dan adanya keyakinan tentang setan. Para penderita gangguan jiwa dianggap berada dalam kelompok setan yang memiliki kekuatan gaib untuk dapat menimbulkan bencana dan kecelakaan bagi oranglain. Mereka ini lalu di perlakukan secara kejam, karena ada keyakinan bahwa dengan memukul, membuatnya lapar, dan menyiksa, setan yang merasuk di dalamnya yang akan menderita. Kekejaman ini memuncak pada abad ke-15,16, dan 17, karena pada masa itu sedang berlangsung pengadilam ilmu sihir yang akhirnya menghukum mati ribuan penderita (Atkinson dkk.,1993).
            Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah). pada tahun 1908, sebuah organisasi pertama didirikan, bernama ”Connectievt Society For Mental Hygiene”.Satu tahu kemudian didirikanlah ”National Commite Society For Mental Hygiene”, dan Beers diangkat menjadi sekretarisnya. Organisasi ini bertujuan:
1.    Melindungi kesehatan mental masyarakat
2.    Menyusun standard perawatan para pengidap gangguan mental
3.    Meningkatkan studi tentang gangguan mental dalam segala bentuknya dan berbagi aspek yang terkait dengannya
4.    Menyebarkan pengetahuan tentang kasus gangguan mental, pencegahan dan penobatannya dan
5.    Mengkoordinasikan lembaga-lembaga perawatan yang ada.

            Pada tahun 1950, organisasi kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya ”National Association For Mental Health”yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya, yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”, ”National Mental Health Foundation”, dan”Psychiatric Foundation”.
            Gerakan kesehatan mental ini terus berkembang sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan“The World Health Organization”.

D.  PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

Kesehatan mental kini telah menjadi perhatian khalayak ramai. Sasaran dalam kesehatan mental adalah masyarakat umum. Ada yang berpendapat kesehatan mental berarti kondisi optimal baik fisik, intelektual, emosi, sepanjang hal itu sama dengan keadaan orang lain. Sebagian juga berpendapat kesehatan mental berarti terbebas dari penyakit atau cacat terutama dalam kondisi mental ataupun psikologis, dan masih banyak pendapat lainnya.Salah satu yang mengembangkan orientasi umum dan pola wawasan mental ini adalah saparinah sadli. Beliau mengemukakan tiga macam orientasi besar dalam kesehatan mental. Pertama orientasi klasik, orientasi penyesuaian diridan yang terakhir adalah orientasi pengembangan potensi.
1.    ORIENTASI KLASIK, Pada umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.  Seseorang dianggap sehat secara mental bila tidak memiliki kondisi yang membuat diri orang tersebut merasa tidak nyaman, seperti ketegangan, rasa lelah, perasaan rendah diri, perasaan tidak berguna yang akan mengganggu efisiensi diri sehari-hari. Individu yang sehat adalah individu yang tidak memiliki keluhan secara fisik dan mental. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata "sehat". Sehat atau tidak adanya seseorang secara mental, belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
2.    ORIENTASI PENYESUAIAN DIRI,
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sehat mental bukan sesuatu yang absolut.
Orang itu tidak dapat dinilai sebagai sehat mental dan tidak sehat mental sekaligus. Oleh karenanya kita tidak dapat begitu saja memberikan cap ‘sehat mental’ atau ‘tidak sehat mental’ pada seseorang. Sehat atau sakit mental bukan dua hal yang secara tegas terpisah. Sehat atau tidak sehat mental berada dalam satu garis dengan derajat yang berbeda. Artinya kita hanya dapat menentukan derajat sehat atau tidaknya seseorang.
kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondisi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.Kesehatan mental merupakan kemampuan individu untuk secara aktif menyesuaikan diri sesuai tuntunan kenyataan di sekitarnya, yang merujuk pada tuntutan yang berasal dari masyarakat yang secara konkret mewujud dalam tuntunan orang-orang yang ada di sekitarnya.
3.    ORIENTASI PENGEMBANGAN POTENSI
Seseorang dianggap mencapai taraf kesehatan jiwa bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif – kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga bagi orang-orang yang memiliki kesehatan mental, mereka dapat menjadi manusia yang produktif dan tidak bingung dalam menentukan jati dirinya. Dibutuhkan fokus yang lebih untuk mencapai arah tujuan atau potensi diri yang lebih dikembangkan. Pengembangan potensi ini juga dipengaruhi peranan keluarga, sekolah dan masyarakat. Juga adanya kesempatan yang diberikan lingkungan pada individu baik yang potensinya masih tersembunyi maupun yang sudah ditemukan.


SUMBER :
1.    Rochman, Kholil Lur. (2010). Kesehatan Mental. Yogyakarta  :Fajar Media
2.    Press Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta  : Kanisius
3.Schultz, D., (1983), Psikologi Pertumbuhan, Model-Model kepribadian yang Sehat. Yogyakarta: Kanisius.
4.    Prabowo hendro, dwiriyanti. (1998). Psikologi umum 2. Jakarta : universitas gunadarma


Selasa, 10 November 2015

inilah politik dunia nyata dan dunia maya


v  Politik menurut bahasa Yunani “Politikos” berarti dari, untuk, atau terkait hubungan dengan warga negara”, politik adalah praktek dan teori untuk mempengaruhi orang lain.
v  Pengertian sempit politik mengacu pada pencapaian atas posisi pemerintahan dalam melatih, mengorganisir, dan mengawasi masyarakat, khususnya dalam suatu negara.
v  Ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan.
v  Enam hal yang ditekankan dalam ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat.



ü  Jika membicarakan sistem digital maka tidak akan terlepas dari perkembangan teknologi. Politik digital atau istilah lainnya Cyberpolitics (politik di dunia maya) memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada saat ini.
ü  Teknologi digital memiliki peranan dalam dunia politik, yakni bagaimana cara seorang tokoh politik dapat melakukan komunikasi politik yang baik dan tepat.
ü  Teknologi komunikasi atau informasi adalah istilah yang merujuk pada teknologi komunikasi modern yang terutama mencerminkan aplikasi komputer, telekomunikasi, atau kombinasi dari keduanya. Termasuk televisi yang disiarkan secara global, dan tentu termasuk perangkat yang digunakan sebagai media sosial seperti i-pad dan smartphone.




Ø  Perkembangan teknologi di era digital sekarang ini telah memudahkan aspek politik untuk masuk lebih mudah dan lebih terbuka.
Ø  Media massa memiliki peranan yang penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat modern di Indonesia termasuk kehidupan berpolitik.
Ø  Para tokoh memanfaatkan media massa dengan berbagai tujuan, untuk mempercepat proses perubahan sosial di Indonesia, untuk kampanye politik, advertensi dan propaganda.
Ø  Penggunaan media massa untuk suatu kampanye tampaknya sangat esensial dalam kehidupan politik. Khususnya televisi, surat kabar, dan internet akan menjadi media utama dalam meningkatkan citra diri politisi.



Ø  Di Indonesia peran teknologi komunikasi dengan sistem digital dapat digunakan sebagai katalisator pertumbuhan demokrasi, antara lain lewat wacana publik, pertukaran pendapat, dan kebebasan pers.
Ø  Salah satu pemanfaatannya adalah untuk memperlancar dan mempercepat pemilihan umum (kampanye, perhitungan suara, dan penyampaian hasilnya. Dengan demikian teknologi komunikasi dapat memperkuat dan meningkatkan mutu demokrasi.



  • Penggunaan media sosial tidak sekedar sarana untuk mempererat silaturahmi namun sudah membahas pada isu-isu politik, kebijakan pemerintah, perilaku para tokoh publik.
  • Media sosial telah menjadi bagian dalam setiap kehidupan masyarakat termasuk ranah politik yang bisa dimanfaatkan untuk sarana komunikasi, mempromosikan diri, sosialisasi, termasuk promosi partai politik untuk membangun citra partai.
  •  Pemanfaatan media sosial untuk berpolitik biasanya akan terlihat ketika akan diselenggarakannya pemilu untuk kampanye politik.





v  Dinamika politik di dunia maya umumnya terdiri dari tiga bentuk, yaitu pencitraan, serangan politik, dan melawan serangan.
v  Pencitraan bersifat positif sebagai bagian pendidikan politik dan penyeimbangan informasi publik. Mengingat pelaksanaan rangkaian Pemilu sudah hampir berakhir.
v  Serangan politik diperkirakan akan tetap terjadi utamanya terjadi antara kubu pemerintah yang berkuasa dan opisisi. Meskipun demikian, serangan politik ke lawan politik sebaiknya dihindari.
v  Selain sebagai etika politik, juga rawan memancing reaksi ekstrim lawan. Hal tersebut tentunya berdampak buruk bagi pembangunan demokrasi Indonesia
                                                     


ü  Berkaca pada rangkaian pelaksanaan pemilu 2014 lalu, sejumlah pelanggaran kampanye menemukan pola baru yakni dengan menggunakan media dunia maya.
ü  Kampanye pemilu lazim digencarkan melalui serangan darat dan udara.
ü  Serangan darat adalah metode kampanye konvensional tetapi diyakini optimal dengan komunikasi langsung.
ü   Serangan udara menjadi metode kontemporer dengan memanfaatkan berbagai media. Salah satu bentuk media yang paling mutakhir digunakan adalah media virtual, seperti website dan media sosial.


  •  Kita sadar bagaimana radio berperan penting pada masa kemerdekaan.
  • Pidato Bung Karno yang heroik dan suara menggelgarnya saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat terdengar hingga ke pelosok karena saluran radio.
  • Suara yang kemudian mengobarkan semangat segenap rakyat dan memulai babak baru dalam perpolitikan Indonesia.

Ø  Meninjau keefektifan media massa dalam kegiatan politik memang tidak diragukan.
Ø  Seorang politikus dapat mencapai jauh lebih banyak komunikan dengan sekali uraian melalui media daripada dengan jalan mendatangi mereka seorang demi seorang.
Ø  Akan tetapi penggunaan komunikasi massa akan menjadi gagal jika komunikator tidak bisa memproyeksikan perasaan yang sama melalui media, yakni perasaan yang ia nyatakan melalui keramah-tamahan dan senyum menyenangkan.
Ø  Media massa memiliki pengaruh penting dalam dunia politik, namun pengaruhnya hanya berfungsi sebagai katalisator. Dalam artian sebagai faktor penguat terhadap upaya politik. Fungsi media hanya sebagai faktor perantara dan bukan faktor penyebab.


  • Tim TI (teknologi informasi) yang mengelola  “kampanye” para caleg dengan  menggunakan media sosial harus juga memiliki kiat-kiat mengatasi berbagai trik “Black Campaign” yang sangat mungkin terjadi, dan berbagai  informasi lain yang dapat menurunkan citra.
  •  Dengan kata lain, tim TI para caleg tidak cukup hanya memahami aspek teknikal administratif dari Teknologi Informasi saja, namun juga harus memahami dengan baik sifat dan karakteristik pola komunikasi masyarakat dalam media sosial.




  • Dengan demikian, keberhasilan politikus tidak semata-mata dapat diukur dari seberapa aktifdia bermedia sosial. Kredibilitas dan kapabilitas politikus lah yang paling berpengaruh.
  • Hadirnya media sosial hanya dapat membantu proses penyampaian pesan dan pembentukan citra diri di permukaan saja.
  • Dengan media sosial informasi tentang politikus akan tersebar seluas-luasnya dengan waktu yang relatif singkat.





Ø  Dunia maya bukan dunia nyata. Kita menjadi pribadi yang berbeda ketika masuk ke dunia maya. Kita memandang manusia lain secara berbeda ketika berinteraksi di dunia maya.
Ø  Pertarungan, perselisihan dan perdebatan yang tidak produktif di dunia maya hanyalah lanjutan dari ketidakmampuan menanggapi perbedaan di dunia nyata.
Ø  Jika di dunia nyata konflik akibat perbedaan tersebut bisa dipendam karena adanya etika sosial
Ø  Maka dunia maya menjadi tempat penyaluran konflik terpendam tersebut.
Ø  Sumpah serapah yang ditahan-tahan di dunia nyata meledak tanpa henti bagaikan rentetan mercon di dunia maya.
Ø  Ide-ide liar yang terkekang di dunia nyata karena menjaga perasaan pihak lain menemukan habitatnya di dunia maya dan memancing kehadiran ide yang lebih liar lagi.
Ø  Mereka meneriakkan aspirasi dan pikiran mereka sesuka hati, mengabaikan perasaan golongan lain dan mem-bully orang lain yang berbeda pendapat.
Ø  Pseudonim, anonimitas dan tidak adanya interaksi "face-to-face" menjadi penyebab orang-orang berperilaku berbeda di dunia maya dengan di dunia nyata.
Ø  Kebanyakan interaksi di dunia maya bersifat insidental (tak direncanakan, tak diniati) dan temporer (interaksi akan berakhir begitu saja).



Akhirnya, dasar etika dalam hubungan antar manusia adalah : saya manusia, kamu manusia, mereka manusia; kita memiliki banyak kesamaan sekaligus banyak perbedaan; sama seperti saya ingin dianggap, dihargai dan dihormati dalam aspek diri saya yang berbeda, demikian juga saya selayaknya memperlakukan orang lain. Ini berlaku di dunia nyata, juga di dunia maya. Interaksi dengan orang-orang yang berbeda pendapat di dunia maya haruslah dengan selalu mengingat bahwa di balik akun  dan avatar mereka ada manusia nyata yang terdiri dari darah, daging dan jiwa.



SUMBER :




NAMA : ANDINTA CASTINE PUTRI
KELAS : 2PA18
NPM : 11514093
UNIVERSITAS GUNADARMA

Selasa, 02 Juni 2015

anak anak yang memiliki bakat

1.     Identifikasi Bakat
Ø  Ryhan ketika sejak dalam kandungan sering di dengarkan dengan lantunan ayat suci AL-QUR’AN sehingga ketika terlahir iya terbiasa dengan lantunan ayat suci al-qur’an, tapi ketika berusia 6 bulan baru di ketahui kalau ryhan terkena hydrosepalus (penumpukan cairan di kepala) sehingga membuat kepala ry terus membesar dan ryhan harus melakukan beberapa kali operasi untuk mengeluarkan cairan yang berada di kepalanya untuk mengembalikan kembali ukuran kepalanya. Operasi tersebut berhasil dan ryhan kini sudah berusia 6 thn dan ry menjadi anak yang sangat sehat dan sangat aktif. Tapi efek dari operasi tersebut membuat adanya tarikan di sekitar mata sehingga membuat ryhan sulit untuk fokus ketika melihat tapi, itu tidak menghalanginya. Ryhan sangat pandai mengaji bahkan iya mampu untuk berceramah dengan baik di hadapan para ibu-ibu atau bapa-bapa yang sedang mengedakan pengajian dengan materi yang sering iya dengar di sekitarnya, ry mampu membaca sholawat dengan sangat hafal dan jelas, mampu mengahafal beberapa surah pendek. Hal itu karena selama ryhan di dalam kandungan sudah di dengarkan lantunan ayat -suci al-qur’an dan ketika ry sakit orangtuanya tidak pernah berhenti melantunkan ayat suci al-qur’an, sehingga iya dapat dengan mudah melakukan semua itu yang belum tentu anak seusianya bisa melakukan itu. Ry hanya mampu mendengarkan dengan baik apa saja yang oranglain bicarakan dan dengan mudah menghafal. Orangtuanya pun berencana untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki ry dengan cara memasukkan ry ke dalam sebuah pesantren, agar ry menjadi lebih baik dengan segala kekurangan yang ry punya dan dapat berguna bagi oranglain.
Perkembangan fisik ry  normal seperti anak seusianya hanya bedanya ry mengalami sulit untuk fokus ketika melihat, hal itu di sebabkan karena operasi yang pernah dilakukan ry. Ry memiliki tingkat inisiatif, imajinasi dan kreatifitas yang tinggi. Tapi ry memiliki gangguan sosialisasi, emosi tinggi dan labil, agresifitas tinggi, gangguan konsentrasi, impulsifitas tinggi, gangguan tidur, hiperaktif dan beberapa gangguan perilaku lainnya. Ry juga sering mengeluarkan pertanyaan yang menggelitik dan tak terduga. Kadang ry tidak puas dengan jawaban yang diberikan, sehingga terus berusaha mencari jawaban-jawaban lain, memiliki rasa tidak puas yang beralasan, yang bagi anak-anak lain puas atau menerima begitu saja akan hal-hal ilmiah. Ry juga sering mempreteli mainannya, bukan karena dia nakal tapi karena rasa ingin tahunya. Kemauan untuk bekerja sendirian dalam jangka waktu yang lama.
Bakat yang dimiliki ry adalah bakat kemahiran.
Ø  Pertama kali menulis saat usia 13 tahun itu kira-kira masih kelas 2 SMP. Karena sebelumnya juga sering baca-baca cerpen dari majalah anak-anak seperti majalah bobo, dari situ tertarik untuk menulis sebuah cerita. Saat kelas 2 SMP mulai menekuni membuat cerita pendek, mulai dari cerita anak-anak sampai cerita yang bergenre romance. Seiring berjalannya waktu kegiatan tulis menulis saya mulai agak berkurang, karena saya lebih tertarik untuk membaca novel-novel remaja yang bergenre dystopian, thriller, dan adventure. Dari novel-novel tersebut saya menemukan pelajaran baru untuk menulis kembali, dan kali ini bahasa dan pola cerita yang saya tulis sangat berbeda dari tulisan-tulisan saya yang sebelumnya. Karena sudah semakin tertarik akhirnya saya juga sering mengikuti lomba-lomba dan kompetisi menulis cerpen. Sejauh ini dalam menulis saya sering mendapatkan inspirasi ketika sedang sibuk dengan kegiatan lain, seperti sekolah, belajar dan kegiatan-kegiatan lain yang menyibukkan. Namun, jika keadaan saya sedang santai dan tidak ada sesuatu hal yang mengganggu saya, inspirasi untuk menulis sulit saya dapatkan. Jika saya ingin mudah mendapatkan inspirasi maka saya akan mencoba untuk tidak memfokuskan pada cerita yang sedang saya buat dan inspirasi bisa mudah saja datang. Ketika saya melihat ada sebuah kompetisi project menulis yang judulnya Surat Untuk Penghuni Surga yang diselenggarakan oleh suatu penerbit buku online, saya tertarik untuk mengikutinya. Di project menulis ini peserta harus membuat sebuah surat yang ditujukan untuk seseorang yang sudah berada disurga, entah itu perasaan yang masih terpendam, rindu, dan lain sebagainya. Saya langsung teringat oleh Almarhum ibu saya dan dari situ saya mulai mendapatkan inspirasi untuk menulis surat yang akan saya lombakan diproject menulis tersebut. Alhamdulillah, surat saya lolos seleksi dan akhirnya surat saya dibukukan beserta dengan surat dari peserta-peserta lain yang lolos.
Bakat yang dimiliki adalah bakat kemahiran.

2.     Hubungan Kreativitas Dan Keberbakatan
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
1.      Kemampuan umum di atas rata – rata
2.      Kreativitas di atas rata – rata, dan
3.      Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
v  Kemampuan diatas rata – rata
Salah satu kesalahan dalam identifikasi anak berbakat ialah anggapan bahwa hanya kecerdasan dan kecakapan sebagaimana diukur dengan tes prestasi belajar yang menentukan keberbakatan dan produktivitas kreatif seseorang. Bahkan Terman ( 1959) yang dalam penelitiannya terhadap anak berbakat hanya menggunakan kriteria inteligen, dalam tulisan – tulisannya kemudian mengakui bahwa inteligensi tinggi tidak sinonim dengan keberbakatan. Wallach ( 1976 ) pun menunjukkan bahwa mencapai skor tertinggi pada tes akademis belum tentu mencerminkan potensi untuk kinerja kreatif produktif.Dalam istilah “ kemampuan umum” tercakup barbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh tes inteligensi, prestasi, bakat, kemampuan, mental primer, dan berpikir kreatif. Sebagai contoh adalah penalaran, verbal numerical, kemampuan spasial, kelancaran dalam memberikan ide, dan orisinalitas. Kemampuan umum ini merupakan salah atu kelompok keberbakatan di samping kreativitas dan “task – commitment”.
v  Kreativitas diatas rata –rata
Kelompok ( cluster) kedua yang dimiliki anak / orang berbakat ialah kreativitas sebagai kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan memberikan gagasan – gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk  melihat hubungan – hubungan baru antara unsur – unsur yang sudah ada sebelumnya.
v  Pengikatan diri terhadap tugas
Kelompok karakteristik yang ketiga yang ditemukan pada individu yang kreatif produktif ialah pengikatan diri terhadap tugas sebagai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya, meskipun mengalami macam – macam rintangan atau hambatan, menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, karena ia telah mengikatkan diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri.

Jadi, seseorang yang memiliki kreativitas pasti berbakat, tetapi seseorang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.