Sabtu, 16 Juli 2016

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Kelompok  2
"HUBUNGAN INTERPERSONAL"


NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
Afifah Noviyanti (10514392)
Andinta Castine Putri(11514093)
Aulia Dika Widiasi (11514811)
Afni Wulandari (10514407)
Hazizah Hafizah(1c514974)
Rizka Fitriana(19514590)
Mitha Denny Bastian(16514679)
Wulan Sundari(1C514329)
Taufik Ariyanto Seno(1A514676)
Tri Bintang Kurniawan (1A514832)
Vicky Bahtiar (18514441)
KELAS : 2PA18
DOSEN : Inge Andriani
***
A.    Pengertian Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal adalah saat kita sedang melakukan komunikasi dengan orang lain yang bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal.
Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.

B. Teori Mengenai Hubungan Interpersonal
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan interpersonal,
yaitu:
1. Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut :
“Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya”. Ganjaran yang dimaksud adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Ganjaran dapat berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. Sedangkan yang dimaksud dengan biaya adalah akibat yang negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan efekefek tidak menyenangkan.
2. Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya.
3. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.
4.Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
• Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
• Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).
Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).

C.    Tahapan Hubungan Interpersonal
1. Tahap-tahap hubungan interpersonal adalah :
●Pembentukan (Tahap Perkenalan)
Tahap awal yang dilakukan adalah mencari tahu identitas orang yang dituju kemudian jika menemui kecocokan tahap selanjutnya adalah mencari tahu data demografis orang yang dituju.
Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu: a) informasi demografis; b) sikap dan pendapat (tentang orang atau objek); c) rencana yang akan datang; d) kepribadian; e) perilaku pada masa lalu; f) orang lain; serta g) hobi dan minat.
●Peneguhan Hubungan
Hubungan interpersonal selalu berubah-ubah, oleh karena itu untuk memelihara hubungan tersebut dibutuhkan beberapa faktor yakni :
a)      Keakraban  : Pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang
b)      Kontrol       : Kesepakatan pengontrolan
c)      Respon yang Tepat : Ketepatan respon dalam pesan verbal maupun nonverbal
d)  Nada Emosional yang Tepat : Keserasian suasana emosional ketika komunikasi sedang berlangsung
●Pemutusan Hubungan
Menurut R.D. Nye dalam bukunya yang berjudul Conflict Among Humans, ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan putusnya suatu hubungan, yaitu:
1.Kompetisi, dimana salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan orang lain. Misalnya, menunjukkan kelebihan dalam bidang tertentu dengan merendahkan orang lain.
2.Dominasi, dimana salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang tersebut merasakan hak-haknya dilanggar.
3.Kegagalan, dimana masing-masing berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai.
4.Provokasi, dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan yang lain.
5.Perbedaan nilai, dimana kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut.

D. Hubungan peran
A.Model Peran
Menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan peranannya.
B. Konflik
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara duaorang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut
C. Adequacy Peran dan Autentisitas Dalam Hubungan Peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi (ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.

E. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak. Orang-orang tertentu menjadi sangat dekat dengan kita, dibandingkan orang lain. Adapun bentik intim terdiri dari persaudaraan, persahabatan, dan percintaan. Lebi h jauh mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut daoat dijelaskan pada bagian berikut :
1.    Persaudaraan
Hubungan intik ini didasarkan pada hubungan darah. Hunungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti ssperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu didlamnya terkandung proximitas dan keakraban.
2.    Persahabatan
Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.
3.    Percintaan
Persabatan antar priab dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.
 Intimasi dan Pertumbuhan
Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita. Hal ini dapat disebabkan karena :
(1) kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
(2) kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
(3) kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
(4) kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
(5) kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus .

sumber : 
2. http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/hubinterpersonal.p

Jumat, 17 Juni 2016

REVISI TUGAS 2 : KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ALIRAN BEHAVIORISTIK

Dosen : Inge Andriani
Kelas : 2PA18 
Kelompok  2
logo_gunadarma
Afifah Noviyanti (10514392)
Andinta Castine Putri(11514093)
Aulia Dika Widiasi (11514811)
Afni Wulandari (10514407)
Hazizah Hafizah(1c514974)
Rizka Fitriana(19514590)
Mitha Denny Bastian(16514679)
Wulan Sundari(1C514329)
Taufik Ariyanto Seno(1A514676)
Tri Bintang Kurniawan (1A514832)
Vicky Bahtiar (18514441)

Pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psikologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah :
  1. Thorndike
  2. Watson
  3. Clark Hull
  4. Edwin Guthrie
  5. Skinner
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
  1. Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
  2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari.
          Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
  1. Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang.
Karakteristik Kepribadian Sehat menurut Para Ahli Aliran Behavioristik 
  1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
  2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal,karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
  3. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang jelas.
Disini kami akan menjelaskan kaitan antara kepribadian sehat dengan aliran behavioristik marilah kita menyaksikan atau melihat movie yang tentunya ada kaitannya dengan kepribadian sehat menurut pandangan behivioristik ini. Movie yang kami lampirkan ada dua, yang pertama adalah contoh kasus dari masalah kepribadian sehat menurut aliran ini.
Berikut adalah movienya..
cr1
FBI Behaviour Analysis Unit sedang mencari tersangka dari pembunuhan yang sangat sadis. Tersangka tersebut telah banyak menyiksa tiap korban sampai mereka mati, Behaviour Analysis Unit(BAU) mengumpulkan informasi yang cukup banyak namun masih belum dapat menemukan siapa pelaku pembunuhan sadis yang memakan banyak korban tersebut.
cr2
Setelah mereka mengumpulkan informasi dari penemuan arah teknologi akhirnya menemukan titik terang siapa pembunuh dari pelaku tersebut. Disetiap korban, ditemukan angka romawi dilidahnya, sehingga menjelaskan bahwa korban dipilih berdasarkan urutan yang akan dibunuh oleh daftar pembunuhan tersangka.
cr3
Tersangka utama yang dicurigai adalah seorang anak berumur 18 tahun
Menurut BAU tersangka mengalami penyiksaan sehingga menyebabkan tersangka mencari korban yang profilenya mirip dengan kehidupannya. BAU menemukan jejak tersangka dengan mempersempit profile setempat dan menemukan ada seorang anak yang dicurigai sebagai tersangka. Anak tersebut menulis sebuah blog yang berisikan pembunuhan yang terjadi dan dibuat sebelum pembunuhan tersebut ada. Setelah ditelusuri alamat anak itu, anak itupun dibawa untuk diintrogasi, anehnya anak itu mengaku telah membunuh pria dan wanita sementara semua korban adalah pria. BAU tentu saja langsung mengugurkan anak itu sebagai tersangka utama yang dicurigai, karena anak itu hanya melindungi tersangka yang dekat dengan dirinya.
cr4
 BAU menemukan sebuah buku yang menjadi sumber dari penulisan blog tersebut dan menemukan bahwa buku itu diberikan oleh seseorang bernama justin leu yang merupakan guru SMA dari anak bernama Nathan yang diduga sebagai tersangka sebelumnya.
Deskripsi sceen movie
cr8
cr7
cr6
cr5
Ruangan milik tersangka yang penuh dengan kata – kata yang membuatnya berhalusinasi. Tempat ini adalah dimana tersangka melakukan persiapan pembunuhannya, tempatnya tidak terururus dan tentunya terpencil, ia memilih tempat ini agar tidak ada yang mencurigainya, prilaku ini bukanlah prilaku yang berkepribadian sehat secara mental, menurut tokoh behaviour karakter ini bukanlah karakter yang bisa dikatakan sehat secara mental prilaku atau kepribadian yang sehat. Karena ia mengisolasi dirinya dari dunia luar dan tidak memiliki interaksi sebenarnya pada lingkungan, ia menjadi guru sekolah hanya untuk menemukan korban – korban yang akan dibunuh selanjutnya.
cr11
cr10
cr9
Ini adalah list para korban yang telah atau belum dibunuh oleh pelaku, ia menuliskan nama – nama korbannya sebelum melakukan pembunuhan, dan BAU mengatakan ini sebagai Lingkaran Pembunuhan(Circle kill).
cr15
cr14
cr13
cr12
Tersangka disini menyamar menjadi guru untuk mendekati anak dari korban yang akan ia bunuh, para korban adalah sang ayah dari anak – anak yang tidak boleh mendapat nilai yang jelek, jika anak – anak tersebut mendapat nilai jelek maka ayah mereka akan memukul anaknya, profile ayah yang seperti itu pada anaknya pasti akan menjadi korban selanjutnya untuk tersangka. Anak dari korban cenderung akan meminta nilai yang bagus pada sang guru agar tidak dipukul atau dihukum oleh ayahnya. Tersangka punya alasan tersendiri mengapa ia membunuh ayah dari anak – anak tersebut, dan akan saya jelaskan pada sceen selanjutnya.
cr16
cr17
Tersangka saat Kecil
cr18
Sang ayah
cr19
Sang kakak
cr20
cr21
cr22
cr23
cr24
Tersangka adalah korban dari penyiksaan yang dilakukan sang ayah. Ibu mereka telah meninggal karena kanker, ia memiliki kakak yang sangat ia sayangi, dan ayahnya selalu mabuk dan menyiksa sang anak semenjak kepergian sang ibu. Jika sang tersangka mendapat nilai jelek maka sang ayah tidak segan memukul dan meneriaki dirinya juga sang kakak, lalu menghukum mereka. Sang kakak yang selalu mendapat nilai kurang dari dirinya harus dihukum dikurung didalam gudang yang sangat gelap dan kotor. Lalu dirinya membawakan makanan untuk kakaknya yang berada disana, setiap kakaknya berada disana sang adik atau tersangka selalu datang dan menghibur sang kakak.
cr26
cr25
Keesokan harinya  ia menemukan kakaknya tergeletak tidak bernyawa sembari memegang obat – obatan yang banyak, ternyata sang kakak meninggal karena overdosis obat dan dinyatakan sebagai bunuh diri oleh kepolisian. Sejak itulah ia merasa bersalah pada kakaknya dan masa lalu dan pengalaman tersebut yang memberikan dirinya motivasi untuk melakukan balas dendam pada setiap orang yang seperti ayahnya dimatanya. Karena menurutnya jika saja sang ayah tidak menyiksa mereka dan sang ayah bisa cepat membawa kakaknya pasti kakaknya akan selamat, namun ayahnya tidak melakukan hal yang seharusnya sehingga timbulah pemicu lingkaran pembunuhan.
cr27
cr28
cr29
cr30
cr32.jpg
Tersangka kembali melakukan pembunuhan pada korban yang akan menjadi korban terakhir oleh dirinya, dalam sceen ini terlihat bahwa korban mengalami halusinasi bahwa orang yang akan dibunuhnya adalah sang ayah, padahal itu bukanlah sang ayah. Lalu BAU datang saat tersangka menyiksa korban ke-8 yang akan dibunuh olehnya, tepat waktu, hingga BAU berhasil menggagalkan pembunuhan tersebut.
Untuk melihat Full movie silahkan download atau menonton di link ini
Video 1 :
Kesimpulan kami untuk kaitan dari kepribadian sehat menurut aliran behavioristik dengan movie atau film yang baru saja kami lampirkan diatas adalah jika seseorang memiliki Stimulus-Respon yang berbeda dan tidak umum pada lingkungannya maka itu disebut bukanlah kepribadian sehat menurut aliran ini, dikarenakan pada aliran ini menekankan tentang prilaku yang sesuai dengan respon yang seharusnya. lalu kami memiliki video bagaimana menjadi hidup sehat atau memiliki kepribadian sehat menurut prilaku/ aliran behavioristik.
Video 2 :
https://youtu.be/V6okESVlBjQ 

Kamis, 28 April 2016

TUGAS 2 : Kepribadian Sehat menurut Aliran Behavioristik

Dosen : Inge Andriani
Kelas : 2PA18
Kelompok 3
logo_gunadarma
Afifah Noviyanti (10514392)
Andinta Castine Putri(11514093)
Aulia Dika Widiasi (11514811)
Afni Wulandari (10514407)
Hazizah Hafizah(1c514974)
Rizka Fitriana(19514590)
Mitha Denny Bastian(16514679)
Wulan Sundari(1C514329)
Taufik Ariyanto Seno(1A514676)
Tri Bintang Kurniawan (1A514832)
Vicky Bahtiar (18514441)
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah :
  1. Thorndike
  2. Watson
  3. Clark Hull
  4. Edwin Guthrie
  5. Skinner

Karakteristik Kepribadian Sehat menurut Para Ahli Aliran Behavioristik 
  1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
  2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal,karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
  3. Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang jelas.
Refrensi Video dan video
Video 1 :
Video 2 :